2 - 5 SEP 2026

Jakarta International Expo

Pabrik Baterai CATIB Bisa Hasilkan Setara 250 Ribu Kendaraan Listrik

Sumber: Zona EBT

Industri kendaraan listrik terus berkembang pesat dan mendorong kebutuhan baterai dalam jumlah yang semakin besar. Kondisi ini membuat banyak negara berlomba membangun kapasitas produksi di dalam negeri agar tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam rantai pasok global. Bagi Indonesia yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, momentum ini membuka peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengembangan industri baterai nasional.

Salah satu langkah nyatanya adalah pembangunan pabrik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang. Dengan target kapasitas produksi hingga 15 GWh atau setara kebutuhan sekitar 250.000 kendaraan listrik per tahun, proyek ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia. Lalu, mengapa kehadiran CATIB menjadi begitu strategis bagi masa depan industri nasional? Simak pembahasannya berikut ini.

Apa Pentingnya PT CATIB untuk Ekosistem Baterai Nasional? 

PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery, atau disingkat CATIB, adalah perusahaan kongsi antara dua entitas strategis, yaitu Indonesia Battery Corporation (IBC) dan konsorsium BUMN Indonesia yang terdiri dari MIND ID, PLN, Pertamina, dan Antam dengan CBL, anak usaha CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Limited), perusahaan baterai EV terbesar di dunia yang berbasis di Tiongkok.

Kemitraan ini bukan sekadar investasi asing biasa. Ini merupakan ekspresi dari strategi hilirisasi nikel Indonesia yang paling ambisius dengan mengolah nikel yang selama ini diekspor dalam bentuk mentah menjadi produk dengan nilai tambah tertinggi dalam rantai pasok kendaraan listrik global seperti sel baterai lithium-ion siap pakai.

Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif mengonfirmasi bahwa progress pembangunan fasilitas telah mencapai 90 persen per Juni 2026, dengan target operasional komersial pada akhir Juli 2026. Kapasitas fase pertama ditetapkan sebesar 6,9 GWh, kapasitas tersebut cukup untuk memasok baterai bagi sekitar 115.000 kendaraan listrik per tahun sebelum ekspansi ke kapasitas penuh 15 GWh yang setara kebutuhan 250.000 unit EV.

Mengapa Pabrik Ini Strategis bagi Indonesia?

Kehadiran PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) menjadi langkah penting dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia. Selama ini, Indonesia dikenal sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, namun sebagian besar nilai tambah masih tercipta di luar negeri karena nikel lebih banyak diekspor dalam bentuk bahan baku atau produk antara. Melalui pembangunan fasilitas produksi sel baterai, Indonesia mulai memperkuat posisinya sebagai bagian dari rantai pasok industri kendaraan listrik global.

Dengan kapasitas produksi awal sebesar 6,9 GWh yang ditargetkan meningkat menjadi 15 GWh, pabrik ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan baterai hingga sekitar 250.000 kendaraan listrik setiap tahun. Hingga Juni 2026, progres pembangunan fasilitas telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir Juli 2026.

Peta Pengembangan Pabrik CATIB 

Untuk melihat skala pengembangan CATIB, kapasitas produksi pada setiap tahap pembangunan perlu dipahami. Fase pertama menjadi langkah awal dalam membangun industri sel baterai nasional, sementara fase kedua dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar kendaraan listrik yang terus tumbuh. Perbandingan kedua fase tersebut dapat dilihat pada tabel berikut. 

AspekFase 1 CATIB (6,9 GWh)Fase 2 CATIB (15 GWh)
Kapasitas Produksi6,9 gigawatt hour per tahun15 gigawatt hour per tahun Target
Ekuivalen EV~115.000 unit kendaraan listrik~250.000 unit kendaraan listrik
Status OperasionalTarget mulai akhir Juli 2026Ekspansi setelah fase 1 stabil
Pembangunan90% selesai per Juni 2026Akan dimulai setelah fase 1 berjalan
Kesiapan PasarBuyer sudah terikat; trial production berjalanProyeksi pertumbuhan pasar EV Indonesia & ASEAN

Manfaat, Dampak, dan Peluang yang Terbuka 

Operasional pabrik CATIB di Karawang akan membawa dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar meningkatkan kapasitas produksi baterai. Kehadirannya menjadi penggerak ekosistem kendaraan listrik nasional, mulai dari memperkuat hilirisasi nikel, mendukung ketersediaan baterai produksi lokal, hingga membuka lapangan kerja di bidang manufaktur berteknologi tinggi. Di sisi lain, kolaborasi dengan CATL sebagai produsen baterai terbesar di dunia juga membuka peluang transfer teknologi dan memperkuat posisi Indonesia dalam mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060 melalui pengembangan industri kendaraan listrik yang lebih kompetitif.

Seiring meningkatnya kapasitas produksi hingga 15 GWh, CATIB juga berpotensi menjadi fondasi pengembangan ekosistem baterai nasional. Kehadiran pabrik ini diharapkan mampu menarik investasi pada industri pendukung, seperti material baterai, daur ulang baterai, hingga pengembangan SDM dan riset teknologi baterai generasi berikutnya. 

Dengan dukungan rantai pasok yang semakin terintegrasi serta regulasi yang mendukung, Indonesia memiliki peluang untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga menjadi salah satu pusat produksi baterai kendaraan listrik di kawasan ASEAN.

Ingin mengetahui lebih banyak tren, inovasi teknologi, serta strategi efisiensi di sektor baterai dan penyimpanan energi? Tertarik untuk terhubung langsung dengan para pakar industri dan membuka peluang kolaborasi strategis dalam pengembangan teknologi baterai masa depan? Registrasi sekarang dan hindari antrean saat pameran berlangsung dengan cara klik tautan berikut: Pra-registrasi di sini!

Pantau terus perkembangan terbaru mengenai teknologi baterai dan sistem penyimpanan energi melalui website resmi The Battery Show Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini seputar pameran dan tren industri. Ikuti juga Instagram @thebatteryshowindo untuk mendapatkan update reguler serta insight menarik seputar masa depan kendaraan listrik dan energi bersih.


Referensi

  • cnbcindonesia.com (23 Juni 2026) “IBC Pastikan Pabrik Baterai CATIB Karawang Beroperasi Akhir Juli 2026 dengan Kapasitas 6,9 GWh”. Wawancara eksklusif Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif. Diakses pada tanggal 20 Juli 2026 dari https://www.cnbcindonesia.com
  • ibc.id (2025) “Laporan Tahunan IBC 2024: Perkembangan Ekosistem Baterai Nasional dan Proyek CATIB”. Diakses pada tanggal 20 Juli 2026 dari https://www.ibc.id
  • catl.com (2025) “Global Expansion Strategy: Indonesia Joint Venture and Southeast Asia EV Battery Market”. Diakses pada tanggal 20 Juli 2026 dari https://www.catl.com/en/news
  • bkpm.go.id (2025) “Peta Investasi Industri Baterai EV Indonesia 2025–2030: Dari Nikel ke Sel Baterai”. Diakses pada tanggal 20 Juli 2026 dari https://www.bkpm.go.id
  • esdm.go.id (2024) “Roadmap Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional: Dari Nikel hingga EV. Strategi Hilirisasi Indonesia”. Diakses pada tanggal 20 Juli 2026 dari https://www.esdm.go.id